August 4, 2019

Hai pengintip! Kali ini, saya akan membagikan tip fotografi yang paling saya sukai – fotografi air terjun. Saya telah menyimpan tips ini sebagai rahasia untuk waktu yang lama sekarang. Sudah saatnya saya mengekspos mereka.

Ada persis 7 tips untuk mengambil gambar air terjun yang menakjubkan …

Tips Fotografi Air Terjun # 1 – Kecepatan Rana Lambat

Mengapa menggunakan kecepatan rana lambat? Ini karena kecepatan rana lambat akan membantu mengaburkan gambar air. Dengan demikian, tampilan sutra dibuat. Ini berdampak pada pemirsa gambar Anda untuk melihat air di foto seolah bergerak.

Dalam kebanyakan kasus, ini bekerja dengan baik ketika Anda mengatur kecepatan rana Anda ke beberapa detik. Namun, jumlah detik yang Anda harus atur kecepatan rana Anda bergantung pada kecepatan aliran air yang Anda tangkap.

Ingatlah hal ini; semakin lambat aliran air, semakin lambat Anda harus mengatur kecepatan rana Anda. Anda juga dapat memilih pengaturan ISO terendah yang tersedia, dan menggunakan angka-f tinggi.

Tips Fotografi Air Terjun # 2 – Memanfaatkan Tripod

Saat Anda mengatur kamera ke kecepatan rana yang lebih lambat, sangat penting bagi Anda untuk menggunakan tripod. Jika tidak, hasil gambar yang Anda ambil akan tampak buram.

Selain itu, saat menggunakan tripod, pastikan kamera Anda tidak diangkat tinggi di tengah kolom vertikal tripod Anda. Jika tidak, kamera Anda akan benar-benar kehilangan keseimbangan karena tripod tidak akan stabil.

Tips Fotografi Air Terjun # 3 – Dari mana Angin Datang?

Hal lain yang perlu diingat setelah Anda mengatur kecepatan rana lambat adalah untuk memperhatikan angin – di mana angin datang. Misalnya, jika angin berhembus dan menghasilkan gerakan di antara cabang-cabang pohon, Anda menangkap adegan itu hanya akan menghasilkan foto yang kabur.

Sekarang, apa yang bisa Anda lakukan untuk menghindari foto buram saat angin bertiup? Setel kamera Anda ke f-stop yang lebih kecil. Kemudian, tingkatkan ISO untuk memotret lanskap di sekitarnya. Juga, gunakan kecepatan rana lambat saat menangkap air terjun itu sendiri.

Tips Fotografi Air Terjun # 4 – Filter Polarisasi

Juga, sangat bagus untuk menggunakan filter polarisasi saat Anda memotret air terjun. Filter polarisasi sangat membantu dalam 2 cara:

Menghilangkan pantulan air dan batu basah.
Memberi Anda kemampuan untuk menggunakan kecepatan rana yang lebih lambat dari satu hingga dua f-stop.

Tips Fotografi Air Terjun # 5 – Perubahan Musim

Hal lain yang bisa Anda lakukan adalah mencari tahu sumber air terjun. Kenapa repot mencari sumber air terjun? Itu hanya karena itu menentukan jumlah aliran air. Misalnya, salju yang mencair menghasilkan air terjun, dan ini adalah salah satu waktu terbaik untuk memotret air terjun.

Karena itu, Anda harus mengambil gambar air terjun selama musim panas. Musim semi juga akan bagus. Pastikan untuk melakukan fotografi air terjun ketika aliran air sangat baik. Ini akan memastikan komposisi terbaik yang dapat Anda bayangkan.

Tips Fotografi Air Terjun # 6 – Pencahayaan

Rahasia besar lainnya untuk foto air terjun yang mengagumkan adalah memastikan pencahayaannya seimbang. Setiap elemen dalam adegan harus dinyalakan secara merata.

Ini berarti Anda harus waspada ketika memotret air terjun di siang hari. Alasannya, bayangan pohon hutan mungkin keras dan dapat mengganggu foto-foto Anda.

Kapan waktu terbaik untuk memotret air terjun, Anda bertanya? Jawabannya adalah saat matahari terbit. Ini juga akan baik-baik saja jika Anda memotret air terjun saat mendung dan matahari tidak terlalu kuat. Anda akan membutuhkan cahaya untuk menjadi lembut dan menyebar.

Tips Fotografi Air Terjun # 7 – Memecahkan Tempat Berlebihan

Masalah yang dihadapi banyak fotografer saat mengambil gambar air terjun adalah tempat-tempat yang terlalu terang dalam foto. Ini terjadi bahkan ketika lokasi air terjun di sekitarnya kurang terang. Jika Anda pernah mencoba memotret air terjun, saya yakin ini adalah salah satu masalah yang Anda hadapi.

Jangan khawatir, ada solusi untuk ini. Yang harus Anda lakukan adalah mengambil dua eksposur; satu untuk air, sedangkan yang lain untuk yang lainnya. Pastikan gambar yang Anda ambil dari air hampir berwarna putih, sementara yang lainnya harus terlalu terang. Setelah selesai, Anda dapat menggabungkan keduanya dengan Photoshop. Gunakan layer mask untuk mencapai ini.

0

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *